Kebutuhan makanan untuk ibu hamil berbeda dengan kebutuhan makanan pada kondisi biasa, karena masa kehamilan maka dibutuhkan makanan bergizi untuk ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Beberapa makanan penting yang sebaiknya dikonsumsi ibu hamil adalah:

1. Makanan yang Mengandung Zat Besi

Makanan hewani yang mengandung zat besi diantaranya telur, daging sapi, daging kambing, hati sapi, tiram, bebek, ikan makarel.

Makanan nabati yang mengandung zat besi diantaranya asparagus, bayam, tomat, edamame, labu, kedelai dan kacang-kacangan.

Zat besi dapat membantu ibu hamil mengurangi tingkat keguguran, meminimalkan risiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah dan memperkuat kandungan.

Kekurangan zat besi dapat berpengaruh pada perkembangan pertumbuhan fisik bayi dan kinerja kognitifnya. Tingkat kekurangan zat besi sekitar 10 hingga 40 persen juga dapat menyebabkan rentannya anemia pada ibu hamil.

2. Makanan yang Mengandung Asam Folat

Makanan yang mengandung asam folat diantaranya serealia utuh (whole grain), kacang-kacangan, hati sapi, asparagus, dan sayuran yang berwarna hijau.

Asam folat dapat membantu mencegah cacat bawaan yang timbul karena tidak sempurnanya penutupan tabung saraf selama pertumbuhan janin. Juga suplementasi asam folat dan zat besi dapat menurunkan angka kematian bayi baru lahir dan anak di bawah 5 tahun secara signifikan.

Kekurangan asam folat pada ibu hamil bisa berpengaruh menghambat pertumbuhan janin, penyebab cacat bawaan, dan munculnya resiko kelahiran prematur.

3. Makanan yang Mengandung Kalsium

Makanan yang mengandung kalsium diantaranya pisang, apel merah, buah naga, mangga, alpukat, anggur, delima, kurma, susu.

Kalsium dapat membantu mengurangi risiko pre-eklampsia atau hipertensi pada ibu hamil, sebagai penyusun tulang dan gigi, dan untuk mencukupi kebutuhan kalsium tulang janin serta untuk kebutuhan kalsium ibu hamil.

Kekurangan kalsium bisa berpengaruh pada pertumbuhan tulang janin yang tidak sempurna menyebabkan bayi lahir dengan tulang yang tidak normal atau keropos, terjadinya komplikasi, terutama pre-eklampsia di masa kehamilan. Pre-eklampsia adalah salah satu kondisi bahaya terhadap meninggalnya ibu karena sangat kekurangan kalsium.

4. Makanan yang Mengandung Yodium

Makanan yang mengandung yodium diantaranya telur, daging sapi, daging domba, almond, apel, jeruk, anggur dan stroberi.

Yodium dapat membantu perkembangan kemampuan motorik visual dan pendengaran, serta membantu perkembangan kognitif janin.

Kekurangan yodium bisa berpengaruh pada terhambatnya perkembangan jaringan otak dan saraf janin. Juga dapat mempengaruhi gangguan fungsi mental terhadap penurunan poin IQ (hingga 15 poin) untuk kecerdasan dan produktivitas.

5. Makanan yang Mengandung Omega-3 (khususnya DHA)

Makanan yang mengandung DHA diantaranya ikan teri, tuna, herring, sarden, lele, dan kepiting. Atau bisa juga didapat dari suplemen DHA yang dijual secara umum.

DHA (docosahexaenoic acid) dapat membantu perkembangan mata bayi dan otak (neurodevelopment), untuk jumlah kandungan DHA yang baik juga dapat mengurangi potensi alergi pada anak, dapat mengurangi potensi perkembangan kognitif yang lambat, dan dapat mengurangi resiko kelahiran prematur.

Kekurangan DHA bisa berpengaruh pada perkembangan kognitif (kecerdasan) anak.

 

5 kandungan gizi dalam makanan tersebut dapat membantu untuk masa kehamilan, terutama dengan gizi yang tercukupi maka kondisi ibu hamil dapat berjalan dengan baik. Disamping tentunya juga dibantu dengan doa dan hal baik.   🙂

Advertisements