[Kuliner Bandung] : Pedasnya Sambal Ayam Karmila

...not enough a cup of coffee...

Saya adalah penggemar berat rasa pedas. Bukan cuma sekedar agak pedas. Tapi makin pedas bagi saya makin nikmat. Entah mana yang lebih pedas, sambal yang saya makan atau mulut saya :p Mungkin ada korelasinya antara suka makan pedes sama suka ngomong pedes.

Di Bandung sendiri agak susah buat saya cari yang pedas-pedas. Karena rata-rata sambal soto atau bakso juga rasanya nggak pedas-pedas amat. Begitu juga kalau makan penyetan atau disini nyebutnya pecel lele (setau saya pecel itu pakai sayur), bukannya pedas tapi sambalnya malah berasa manis. -_________- Jadi agak terbatas juga tempat makan yang bener-bener cocok di lidah rasa sambalnya.

Lalu bagaimana dengan Sambal Karmila? Sudah lumayan lama sih denger nama tempat makan ini. Cuma belom kesampaian untuk nyobain. Barulah hari ini dengan segenap niat makan pedas saya menyempatkan diri belok ke Sambal Karmila. Saya kira lokasinya di daerah taman pramuka tapi ternyata malah kebablasan. Harusnya sebelum Taman Pramuka saya…

View original post 394 more words

Advertisements

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s