Menikmati Kopi di Bandar Muzakki

diketapang

Pay Jarot Sujarwo, penulis yang sedang dalam usaha menulis Buku Sepok 3 itu yang mengarahkan saya ke sini, nama tempatnya Kopi Bandar Muzakki di jalan Alianyang, Pontianak.

image

Tentu saja tempat ini jauh dari suasana saat Tengku Umar berujar:

Singoh beungoh, besok pagi, geutanyo mandum akan minum kupi di Meulaboh.. Atau syaheed di jalan Allah.. (ini sengaja dikutip dari statusnya Ustad Salim A Fillah)

Saat itu Tengku Umar sedang  dalam perjuangan, maka minum kopi adalah satu dari dua kesenangan; minum kopi di Meulaboh atau Syahid di Jalan Allah. Suasana cafe satu ini jauh dari kata hutan rimba, atau sederhananya warung kopi di pasar lama Ketapang. Ini warung kopi premium!

Begitu masuk kita sudah disambut Suasana nyaman dengan perabot serba kayu, dengan sepoi ac plus tanpa asap rokok menjanjikan kopi yang enak buat diminum. Maka jauhlah ia dari keadaan Tengku Umar saat berjuang, tapi entah mengapa melihat orang – orang di sini…

View original post 151 more words

Advertisements

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s