Acara Wisata Kuliner yang Tak Ingin Kami Lihat

berserak.net

Weekend pagi, salah satu tontonan di TV yang saya dan istri suka yaitu wisata kuliner, melihat bragam makanan di layar kaca saja cukup bikin perut kenyang, meski mulut lapar. Sajian apa saja, yang tradisional, nasional sampai internasional nampak sensasional, syukur-syukur jadi inspirasional dan nantinya nyonya jadi semangat buat masak dan enak secara kondisional.

Presenter dikondisikan buat enak dilihat, dengan makanan yang juga kelihatan enak ditambah ekspresi yang menggambarkan makanan enak dinikmati, jadi paket lengkap serba enak. Kadang ditambah situasi dan kondisi tempat makan yang sepertinya enak, jadi paket enak plus plus. Segitu saja seharusnya cukup, tanpa perlu ditambah sentuhan-sentuhan berlebihan yang malah merusak suasana.

Beberapa program wisata kuliner sukses merusak paket serba enak tadi dengan visual yang bikin ill feel. Tidak perlu adegan aneh dan berlebihan, cukup zoom-in kamera ke arah mulut saat melahap makanan atau mengunyah. Dan tampaklah penuh di layar pemandangan bibir bergincu belepotan, kadang disertai lidah…

View original post 141 more words

Advertisements

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s